Kesimpulan dari insiden peretasan Telkomsel

Kesimpulan dari insiden peretasan Telkomsel

Legendsofdaemonica – Jumat (28/4) pekan lalu, kami semua dikejutkan dengan situs Telkomsel yang diretas, operator telepon seluler negara. Selama beberapa jam situs itu tidak dapat diakses. Tidak cukup hanya sampai di situ, peretas juga mengirimkan permintaan kemarahan yang beragam agar pembatasan paket dihapus, tergantung pada jenis layanan, dan harga diturunkan agar lebih dapat diakses oleh publik.

Tindakan ini merupakan tindakan “protes” yang sangat frontal. Sisi positifnya, aksi ini benar-benar merepresentasikan hati nurani masyarakat yang selama ini tak berdaya hanya dalam keheningan. Karena mereka dihadapkan pada kemungkinan “take or leave”, dari operator, tanpa bisa ditawar.

Sedangkan dari sisi negatifnya, aksi ini merupakan gambaran terkini seperti apa Internet di masyarakat Indonesia; ia masih cenderung reaksioner, tidak sepenuhnya rasional. Sebagai seorang anak, dia hanyalah seorang remaja. Karakter ini membuat masyarakat kita rentan terhadap berita yang menyesatkan dan ujaran kebencian. Kerentanan ini diperparah dengan adanya budaya “pelaporan online” dan budaya “pemborosan Internet” yang masih cukup kuat. Jika tidak ditanggapi dengan serius, ini dapat menimbulkan efek negatif yang menghancurkan.

Layanan Asisten VIrtual https://www.republikseo.web.id/tanya-veronika-asisten-virtual/

Dari segi budaya, kasus ini merupakan contoh perubahan sikap yang radikal. Sebab, sebelumnya, kami digunakan (berbudaya), untuk “diterima”, tanpa protes. Kalaupun ada protes, itu dilakukan dengan lancar, tidak terbuka. Aksi protes keras, biasanya dilakukan di tengah keramaian, hanya jika ada kebijakan atau alasan yang diyakini sudah keterlaluan.

Karena kita bukan bangsa dengan budaya liberal, yang memberi banyak kebebasan untuk berbicara, tidak peduli seberapa kuat mereka. Dalam hal “pembajakan” ini, harus kita akui bahwa kemajuan teknologi dapat dengan mudah mengubah semua aspek kehidupan manusia, termasuk aspek budaya dan mentalitas.

Bagi kami, masyarakat, sebagai konsumen, ini harus menjadi peringatan bersama. Kemudian kita bisa mulai belajar bagaimana menggunakan internet sesuai kebutuhan. Tidak ada lagi komentar sarkastik atau mubazir yang dilakukan di dunia maya. Fokuslah hanya pada hal yang paling penting atau berguna. Dengan cara ini, kita dapat meminimalkan jumlah “kerugian dompet” karena kurangnya paket data, membangun budaya Internet yang positif.

Sementara bagi Telkomsel, kejadian ini patut menjadi pelajaran berharga. Di era digital ini, mereka tidak bisa lagi menutup mata dan telinga, atau hanya bertindak secara regulasi, tetapi tanpa tindakan nyata untuk diikuti, dalam menghadapi keluhan konsumen. Dari segi harga, seperti yang dikeluhkan oleh para peretas, ia tidak bisa lagi bersembunyi di balik klaim bahwa “harga kami di Internet adalah salah satu yang termurah di dunia”. Selain itu, mereka harus mulai dengan sungguh-sungguh, memperbaiki keamanan sistem dan data mereka. Maka tidak akan ada lagi kecelakaan seperti ini.

Kuota OMG Telkomsel https://www.wheretheeffismyhandbook.com/2021/03/01/harga-paket-kuota-omg-telkomsel/

Sebagai entitas bisnis, Anda perlu mewaspadai situasi dan tren terkini perilaku konsumen Internet di Indonesia. Dengan lemahnya daya beli masyarakat Indonesia, tidak realistis jika harga yang dipasang di luar daya beli masyarakat kita pada umumnya. Memang mereka masih harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tidak hanya kredit atau data.

Selain itu, sebagian besar konsumen data seluler di Indonesia sudah terbiasa menggunakan paket kuota data umum untuk memenuhi semua kebutuhan internet (chat, telepon, streaming, dll.). Alangkah cerobohnya, jika paket data dipecah menjadi jenis layanan yang tidak pernah digunakan konsumen, atau paket yang tidak dapat diakses konsumen dengan ponselnya (misalnya paket 4G, tetapi ponsel konsumen adalah ponsel. 3G).

Pada titik ini, Telkomsel harus mulai belajar, memahami, dan lebih dekat dengan konsumennya. Mereka adalah BUMN yang harus bisa melayani semua lapisan masyarakat. Karena BUMN ada untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan untuk menopang kehidupan masyarakat.

Berita Lainnya

http://musumejima.com/inilah-hasil-duet-telkomsel-gojek-di-bidang-digital/

http://www.votewillforcongress.com/2021/03/01/berinvestasi-di-gojek-seberapa-digital-telkomsel/

 

Anda mungkin juga suka...