Menata Elemen Pemasaran Dalam Koperasi Kredit

Menata Elemen Pemasaran Dalam Koperasi Kredit

Legendsofdaemonica –┬áPandemi Covid-19 telah sangat memengaruhi sendi kehidupan manusia. Salah satu dampak terkuat terhadap perekonomian. Perekonomian tertekan, pertumbuhan melambat. Meski terimbas dana PEN, mereka kurang antusias. Konsumsi juga tidak meningkat. PKM (Pembatasan Kegiatan Komunitas) telah diberlakukan kembali. Perekonomian semakin memburuk. Koperasi simpan pinjam (Koperasi Kredit / Kopdit) dimasukkan, yang berakibat serius. Survei Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) pada Juli 2020 menunjukkan kinerja Kopdit menurun pada pandemi ini (PICU No.58 / Thn 10 November-Desember 2020, hlm. 24).

Ada tiga dampak menurut pembicara internet marketing, yaitu nilai kelembagaan, keuangan dan Kopdit.

  • Pandemi Covid-19 telah menghantam pola kerja Kopdit, dari aspek kelembagaan. Jam kerja yang dipersingkat. Sistem shift diterapkan. Staf manajemen lapangan tertentu harus bekerja di rumah (bekerja di rumah).
  • Aspek finansial, sebagai jantung organisasi Kopdit, berdetak pelan. Tabungan keanggotaan menurun. Pencairan pinjaman cukup berhati-hati. Pertumbuhan aset negatif. Cadangan terkikis. Kas dan setara kas menjadi langka.
  • Penurunan kinerja aspek kelembagaan dan keuangan berdampak pada nilai, prinsip, jati diri dan spiritualitas Kopdit. Karena pandemi Covid-19, beberapa anggota kehilangan penghasilan. Tidak ada pendapatan. Setoran ke Kopdit, baik tabungan maupun cicilan, dibatasi. NPL (kinerja pinjaman bersih) meningkat tajam. Prinsip copdit: menabung secara teratur, pinjam dengan bijak dan cicil tepat waktu dan dalam jumlah yang lambat.

Pertahankan nilai Kopdit

Nyatanya, masyarakat bukannya tanpa uang sama sekali. Pencairan dana PEN baik berupa UMKM, Gaji BLT dan bantuan lainnya tidak digunakan sesuai alokasi yang benar. Setoran ke Kopdit yang bersifat wajib justru diabaikan. Itu bukan kesalahan masyarakat. Pemerintah mendorong, dengan uang yang diberikan, masyarakat bisa membelanjakannya. Oleh karena itu, konsumsi diharapkan meningkat. Indikator pertumbuhan ekonomi terkoreksi positif. Pesan di atas paling sesuai dengan nilai, prinsip, dan identitas Kopdit yang diberikan kepada anggotanya. Anggota diundang untuk menabung secara teratur. Sedikit demi sedikit, tanpa menunggu banyak uang. Kemudian pinjam untuk kebutuhan produktif, pendidikan dan kesejahteraan (konsumsi).

Merawat solidaritas, mendukung swadaya

Menabung di forum Kopdit meningkatkan solidaritas dan kemandirian masyarakat. Solidaritas menuntut rasa kesetiaan persahabatan. Self-help dipandu oleh kemandirian. Keduanya adalah nilai-nilai yang dimaksud di Kopdit. Atas dasar solidaritas, sesama anggota menabung sejumlah uang dan meminjam sesuai kebutuhan anggota. Di Kopdit ada prinsip: ‘kamu susah, saya susah bantu, kamu bantu’. Prinsip ini memperkuat solidaritas antar anggota. Anggota meminjam uang anggota lain, bukan uang mereka sendiri. Karena jika meminjam uang sendiri, prinsip solidaritas akan hilang. Meminjam uang sendiri sama dengan meninggalkan anggota Kopdit. Sedangkan asas self-help dianut dengan bertumpu pada pemerataan. Modal keuangan Kopdit adalah simpanan anggota. Modal tidak berasal dari pinjaman dari lembaga lain, kecuali dalam jaringan (sekunder). Pemerintah bisa memberikan bantuan, tapi dalam bentuk pelatihan dan penguatan kapasitas organisasi Kopdit. Oleh karena itu perawatan diri tetap dilakukan.

Tabungan versus pengeluaran

Pencairan dana mempengaruhi nilai Kopdit. Ini semacam perang ide: pemerintah mendorong konsumsi. Sementara itu, Kopdit berusaha menyelamatkan orang. Jadi, hemat versus pengeluaran. Penghematan terhadap konsumsi. Persiapkan masa depan melawan waktu. Oleh karena itu, kedua nilai Kopdit di atas menghadapi tantangan di tengah pandemi ini. Deposito menurun. Semangat membayar kembali pinjaman itu lesu. Prinsip ‘kamu susah, aku bantu kamu susah, kamu bantu’ berubah menjadi ‘kamu susah, aku bantu kamu, aku susah, kamu lari’. Solidaritas menjadi semakin mengkhawatirkan.

Organisasi manajemen pemasaran

Di tengah pandemi ini, hal terpenting yang membuat Kopdit berdebar-debar: cash flow. Likuiditas terjaga. Semoga ada efisiensi beban. Beban ditekan. Pilih biaya dengan hati-hati. Sambil menetapkan kebijakan struktur keuangan yang efektif. Penting agar Kopdit tidak fokus menjaga arus kas. Manajemen keuangan itu penting, tetapi manajemen pemasaran masih berkembang. Menurut saya, ada tiga unsur manajemen pemasaran Kopdit, yaitu manajemen anggota, manajemen produk, dan manajemen merek.

  1. Pertama, manajemen anggota. Kopdit mengamati dengan cermat peran anggota. Berfokus pada anggota setia adalah pilihan pertama. Bukannya mendapatkan anggota baru melainkan ‘buronan’ dari lembaga keuangan lain. Kopdit harus menjaga calon anggotanya.
  2. Kedua, manajemen produk. Produk utama Kopdit adalah deposito dan pinjaman. Manajemen produk harus didasarkan pada keadaan darurat. Suku bunga simpanan pinjaman lebih ramah. Meski dilema, restrukturisasi pinjaman tetap dilakukan. Produk yang dapat disesuaikan bisa menjadi kunci untuk mencegah calon anggota menjadi berbeda hati. Preferensi diberikan dengan mengevaluasi harga dan suku bunga. Selain pemberian fasilitas tambahan, seperti masa tenggang tiga hingga enam bulan.
  3. Ketiga, image management (manajemen merek). Menjaga citra Kopdit yang layak merupakan tantangan serius. Segera tinggalkan lembaga keuangan tradisional, tanpa meninggalkan nilai-nilai Kopdit. Inovasi adalah pilihan yang serius. Bangun, jika perlu, kolaborasi fintech (teknologi keuangan). Butuh kemitraan pembayaran. Di sisi lain, pendidikan dasar dari Kopdit tetap dijalankan. Menjaga kualitas layanan. Hindari ‘penipuan’ oleh pengemudi dan eksekutif Kopdit. Mitigasi risiko penyalahgunaan uang anggota dilakukan. Pastikan uang anggota aman. Kepercayaan (trust) dengan demikian tetap terjaga.
  4. Terakhir, ketiga elemen manajemen pemasaran di atas, selain menjaga likuiditas dan menjaga solidaritas dengan anggota Kopdit, juga meningkatkan kepercayaan pada Kopdit. Ini karena iman (dari kata credere, Latin) adalah ‘jiwa’ Kopdit.

Sumber: Konsultan internet marketing