Tahapan Dalam Pembuatan Kain Tenun

Tahapan Dalam Pembuatan Kain Tenun

Legendsofdaemonica – Menghani merupakan tahap awal dari proses menenun, yaitu proses pembuatan untaian benang yang akan digunakan sebagai fungsi alat yang disebut alat hani. Teknik kerja sebagai berikut:

  1. Buat pola untuk mengukur panjang fungsi pada alat hani. Kemudian bagi benang menjadi beberapa benang sesuai dengan polanya.
  2. Buat utas fungsional sesuai dengan panjang pola, ukuran jumlah utas, jangan lupa untuk melintasi utas
  3. Setiap 10 serat fungsional, atau sesuai keinginan, serat terikat untuk memfasilitasi penghitungan serat fungsional
  4. Jika benang lungsin panjang, terlebih dahulu harus digulung dengan cara dianyam menjadi rantai agar tidak terjerat, baru kemudian lepas benang dari alat hani.

2. Pemasangan Penghasil Lungsi Pada Benang

Pemasangan serat fungsional pada alat tenun adalah pemasangan serat benang yang digunakan sebagai serat fungsional pada alat tenun sebagai pengganti mesin serat fungsi. Prosedurnya adalah sebagai berikut:

  1. Setel utas fungsi ke posisinya, lalu bagi utas fungsi menjadi dua bagian yang sama.
  2. Kemudian siapkan BUMANG LUNGSI, putar bagian pergelangan kaki hingga semua talinya terlepas, kemudian tarik keluar dan letakkan kayu ulur yang ada pada rangkaian BUMANG LUNGSI dan letakkan pada rangka ATBM.
  3. Masukkan benang luka dari tengah ke kanan, lalu dari tengah ke kiri, jangan lupa tarik tali pada tali, sortir benang yang sudah diregangkan agar posisi benang yang tertekuk lebih rata. .
  4. Ingat, pasang dua potong kayu untuk menyilangkan benang lungsin, jangan biarkan longgar, posisi ini sangat penting saat mencuci atau memasukkan benang fungsional pada pistol dan sisir.
  5. Potong benang lungsin dan pisahkan benang lungsin melalui radius sesuai dengan lebar tenunan
  6. Gulung benang lung pada BUM benang penghubung sehingga panjang benang penghubung dibatasi pada sisir (sisa benang penghubung dapat diikat pada bentang kayu yang ada pada seri BUM dengan kain)

3. Mencucukan Mata Gun

Pencucukan adalah proses memasukkan benang fungsional ke dalam mata pistol sesuai dengan gaya tenun, proses pencuciannya sebagai berikut:

  1. Masukkan benang ke dalam pistol, mulai dari tengah ke kanan, ke tengah dari kiri, atau sebaliknya
  2. Letakkan di bagian mata pistol sesuai dengan pola yang dibuat
  3. Tiap pasang helai benang lepas (misalnya hanya 10 lembar), timbang hasil pencucian agar benang tidak keluar hingga semua benang lepas masuk ke mata GUN sesuai pola potongnya.
  4. Masukkan utas satu per satu ke dalam sisir, mulai dari tengah ke kanan, lalu di tengah ke kiri atau sebaliknya

4. Pencucukan Di Comb

Pencucukan adalah proses memasukkan benang fungsional ke dalam sisir sesuai gaya tenun, proses pencuciannya sebagai berikut:

  1. Masukkan utas satu per satu ke dalam sisir, mulai dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri atau sebaliknya
  2. Untuk setiap pasang benang lepas (misalnya hanya 10 lembar), timbang hasil pencucian agar benang lepas tidak terkelupas hingga semua benang lepas tetap berada di casing sesuai pola pemotongan.

5. Mengikat Benang Pada Kain

Pengikatan benang bergeser pada lengan kain dilakukan setelah benang melewati pistol dan sisir. Proses pengikatan adalah sebagai berikut:

  1. Balikkan kain BUM. Sampai semua tali terlepas
  2. Ikat benang fungsi ke bagian kayu yang ada di rantai kain BUM
  3. Mulailah mengikat dari tengah, ke tepi kanan, tengah ke tepi kiri, lalu semua potongan lainnya diikat
  4. Ikat serat fungsional satu per satu (misal tiap 10 serat penusuk lalu ikat) agar jarak antar ikatan tidak terlalu longgar
  5. Jaga voltase tetap sama
  6. Lakukan ini sampai semua serat terikat

6. Penyesuaian

  1. Untuk memfasilitasi penenunan, sebutkan GUN nomor 1,2,3,4 dan juga INJAKAN 1,2,3,4
  2. Perhatikan hasil cuciannya, benar
  3. Atur posisi Pistol dan injak, pistol 1 untuk injakan 1, pistol 2 untuk injak 2, pistol 3 untuk injak 3, pistol 4 untuk injak 4
  4. Atur fungsi tegangan simpul, coba tegangan yang sama
  5. Siap menenun

7. Menenun

  1. Mulailah dengan menenun hanya sebagai bantuan sampai benangnya lurus
  2. Saat menenun, jarak antar gunung sama, sehingga lebar hasil tenun bisa disejajarkan ke kanan dan ke kiri.
  3. Sambungan benang usakahan memanjang kurang lebih 2-3 cm dari tepi tenunan
  4. Pemadatan ikatan sisir juga harus sama jika dua kali, sebaiknya semuanya dua kali sehingga massa jenis tenun seragam.
  5. Menenun sesuai motif dan ukuran produk yang diproduksi
  6. Jika cerat benang sempit, gulung senar
  7. Menenun hingga mencapai ukuran yang diinginkan

8. Melepas Tenunan

  1. Lepaskan ikatannya dulu
  2. Potong benang tahan api jika memungkinkan, biarkan benang yang tersembunyi di pencucian GUN, dapat digunakan kembali untuk sisa pencucian
  3. Hapus tenunan dengan melonggarkan benang yang longgar
  4. Potong pengikatnya, tandannya bisa diikat

Teknik ini juga digunakan dalam metode buat jersey futsal.

Anda mungkin juga suka...